Berita

PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Siapkan Beberapa Sumber Air Baku Baru


Oleh Humas PDAM Tirta Raharja 29 Des 2017 | Dibaca : 596 Kali

Selama 3 tahun ini, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung kerap terhambat dengan tak lancarnya aliran air bersih ke warga. Untuk mengatasinya, perusahaan Badan Umum Milik Daerah (BUMD) ini melakukan terobosan dengan mengambil sumber air baku di Kecamatan Pasirjambu, Kertasari dan Majalaya.

Salah satunya yang sudah berjalan yakni membangun sistem pengelolaan air minum (SPAM) di Wilayah PPTK Gambung, yakni Sungai Cisondari yang terletak di Kampung Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu.

Sedangkan untuk Kecamatan Kertasari menggunakan mata air milik Perhutani dan Kecamatan Majalaya menggunakan mata air Ciherang dan Cihaneut, namun masih proses promosi ke warga.

“Untuk menggunakan air baku Sungai Cisondari ini, SPAM-nya memiliki kapasitas 400 Liter perdetik untuk 40.000 sambungan rumah,” ujar Dadang kepada Radar Bandung, Minggu (27/8).

Dalam penganggarannya, kata Dadang, menggunakan tender APBN senilai Rp 288 miliar. Ia mengatakan, pembangunan SPAM ini akan dialirkan ke lima kecamatan di Kabupaten Bandung yakni Soreang, Kutawaringin, Katapang, Margahayu dan Margaasih.

Tentunya, lanjut dia, akan dialirkan ke Kota Cimahi juga untuk memenuhi kekurangan air bersih disana.

“Setiap kemarau, air baku PDAM berasal dari Situ Cileunca yang dikelola PT Indonesia Power selalu terhambat. Sudah tiga tahun ini selalu begini. Air menyusut yang membuat pasokan air ke pelanggan ikut terganggu,” ucapnya.

Ia berharap, Sungai Cisondari ini mampu menjawab keluhan warga yang kesulitan air bersih ketika kemarau tiba.”Sebagai program jangka menengah ini, tahun 2019 ini akan bisa dinikmati pelanggan,” tandasnya.

Sementara itu, PDAM Tirta Raharja juga tengah bersiap untuk pemasangan SPAM dengan memanfaatkan sumber mata air milik Perhutani yang berada di Kecamatan Kertasari. Proyek SPAM yang juga dibiayai oleh APBN ini senilai Rp193 miliar dengan kapasitas 400 liter perdetik.

“SPAM ini akan memenuhi Kecamatan Rancaekek, Cileunyi, Cikancung dan Cicalengka,” sebut Dadang.

Dia pun mengimbau pelanggan PDAM untuk menampung air untuk mengantipasi kejadian di luar perkiraan.

“Faktor alam ini, tidak bisa kita hindari. Tapi, kami tetap berupaya untuk melakukan sistem giliran agar pelanggan bisa mendapatkan air bersih. Kami juga sudah membidik beberapa sumber air baku untuk dimanfaatkan agar setiap kemarau tidak kekurangan air bersih,” ujarnya.

sumber: jabar.pojoksatu.id