Berita

PDAM Tirta Raharja Menanggapi Keluhan Warga tentang Galian Pipa SPAM Gambung


Oleh Humas PDAM Tirta Raharja 03 Jan 2018 | Dibaca : 742 Kali

Warga Desa Sadu dan Sukajadi Kecamatan Soreang mengeluhkan proyek galian untuk pemasangan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gambung Kabupaten Bandung. Pasalnya, menurut warga yang terlintasi proyek pipanisasi sepanjang 15 kilometer tersebut tidak memerhatikan keselamatan pengguna jalan. Proyek hanya ditutup oleh material tanah bekas galian, padahal seharusnya material tanah baru yang lebih padat. Akibat penutupan dengan material tanah seadanya, permukaan tanah di sepanjang pipa itu amblas dan retak-retak.

Pipa untuk air bersih yang berdiameter sekitar 50 sentimeter itu, ditanam di pinggir jalan yang melintasi pemukiman penduduk mulai dari kawasan Gambung Kecamatan Pasirjambu hingga sepanjang Jalan Raya Ciwidey-Soreang dan Lingkar Sadu. Pipa yang rencananya untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi itu ditanam dengan kedalaman kurang lebih satu meter. Kedalaman galian dikhawatirkan bisa memicu mudahnya terjadi kebocoran pipa akibat tekanan tonase kendaraan.

Salah seorang pengguna jalan, Dani Kusmawan (40) mengatakan, karena bekas galian tak ditutup sempurna. Karena hanya memanfaatkan tanah bekas galian, tepi jalan bekas galian itu amblas. Selain amblas, kalau turun hujan bekas galian juga menyisakan lumpur yang meluber ke badan jalan, membuat licin dan membahayakan pengguna jalan. Kekhawatiran juga bagi pengendara roda empat atau lebih pada malam hari yang menepi bisa terperosok.

"Anehnya kok galian SPAM itu cuma diuruk lagi pakai sisa tanah yang ada. Jadi wajar saja kalau amblas lagi dan bikin jalanan licin. Sebagai masyarakat tentu saja kami mempertanyakan pengawasan dari pihak PDAM terhadap pelaksanaan proyek tersebut," kata Dani di Soreang, Rabu, 20 Desember 2017.

Menurutnya, pengerjaan SPAM itu, terlihat sedang dikerjakan mulai dari sepanjang Jalan Raya Soreang-Ciwidey menuju titik sumber air di Desa Malakasari Kecamatan Pasirjambu.

Hal senada juga dikatakan Heru Achmad, salah seorang warga Desa Sukajadi Kecamatan Soreang. Menurutnya, tepi jalan yang ada di depan rumahnya itu sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan. Galian pipa yang telah diurug kembali, rata rata amblas dan menyisakan kubangan air berlumpur yang masuk ke badan jalan. Sehingga jalan jadi licin, jika tak berhati hati, pengguna jalan bisa tergelincir. Tanda dan penghalang pun masih minim. 

"Memang pengerjaannya belum selesai, tapi yah seharusnya ditutup lagi pakai material yang bagus lah. Jangan cuma pakai tanah bekas galian, kalau cuma begitu yahamblas lagi,"ujarnya.

Penjelasan PDAM Tirta Raharja

Kepala Bagian Humas dan Hukum PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Dadang Supriyadi, menanggapi keluhan tersebut mengatakan bahwa pembangunan atau pemasangan pipa tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga yang menjadi rekanan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Karena memang SPAM Gambung itu adalah proyek Kementerian PUPR. Meski demikian, nantinya pengelolaan SPAM Gambung ini akan berada dibawah PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung. 

"Tapi walaupun pelaksanaan proyek itu oleh pusat, kami juga turut melakukan sosialisasi dan terus berkoordinasi dengan pusat. Termasuk keluhan warga pengguna jalan dan yang terlintasi oleh pipa itu akan kami perhatikan. Dan akan kami sampaikan kepada pihak pelaksana proyek, agar segera membenahi dan memperbaiki tata cara pemasangan pipanya, supaya tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat," katanya.

Pengerjaan pemasangan pipa SPAM itu, Dadang menambahkan, dilakukan dengan dua cara, yakni pengeboran tanah dan juga penggalian permukaan tanah (open cut). Semua pengerjaannya dilaksanakan oleh pihak pemborong rekanan. Termasuk pihaknya juga turut mensosialisasikan kepada masyarakat yang dilintasi oleh proyek tersebut.

Seperti diketahui, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun SPAM Gambung dengan kapasitas besar sampai 400 liter/detik. Rencananya SPAM Gambung akan bisa melayani 40.000 pelanggan baru di Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi yang belum terlayani. SPAM Gambung ini berasal dari hulu Sungai Cisondari sebesar 400 liter/detik dari 700 liter/detik saat kemarau, sedangkan saat musim hujan tidak terhitung besarnya.

Rencananya air dari hulu Sungai Cisondari masuk ke pipa lalu dialirkan ke instalasi pengolahan air (IPA) di Desa Sadu, Kecamatan Soreang. Air dari SPAM Gambung akan sampai ke 40.000 pelanggan baru di Kabupaten Bandung untuk Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Margaasih, Katapang, dan Margahayu, serta Kota Cimahi untuk Cimahi Selatan.

sumber: pikiranrakyat.com